May 19, 2019

Hikmah di Balik Avengers: Endgame

Siapa yang gak tahu film Endgame. Film yang merupakan bagian dari sekuel Mavel Comic Universe (MCU) ini berhasil menyusul Titanic sebagai film dengan revenue terbanyak. The last I heard, It's been millions dollar. Semua menunggu film kumpulan para hero marvel ini ampe presale-nya aja ludes. Pertama rilis 24 April lalu, beberapa hari, semua bioskop nayangin Endgame almost 24 jam, termasuk di Bandung, tempat gue tinggal.

Gue yang gak terlalu tahu film Marvel dan memang gak ngikutin juga, terkena virusnya. Untuk pertama kalinya, gue sengaja nonton. And It was all alone. Gue sengaja nonton jam sepuluh malam sampai jam satu. (super niat sepanjang masa wkwkw)
Sumber: wikipedia.org


Gue panasaran, apa sih kelebihan film ini, selain motion effect-nya yang sudah tidak diragukan lagi ala high tech Hollywood? dalam sejarah perfilman Marvel, Endgame menjadi film dengan durasi terlama; 3 jam 2 menit.

Well, gue coba kupas hikmah ceritanya. (Biar bikin kita lebih bijak hehe)

The first thought that came up after watching this was 'there's always a sacrifice behind a victory.' Selalu ada pengorbanan di setiap kemenangan.

Hero mengerbankan dirinya dalam film ini. Pertama, Black Widow atau Natasha. Demi mendapatkan Soul Stone, salah satu Infinity Stone, Nat rela menukarkan jiwanya. Karena syarat untuk mendapatkannya adalah harus ditukar dengan nyawa (soul).


Kedua, Tony Stark alias Ironman. Toni sudah hidup bahagia bersama Pep dan anak mereka. It's been perfect family. Memang awalnya, dia ragu ketika diajak untuk membuat Time Travel Machine untuk mengumpulkan kembali Infinity Stone. Dia tahu benar risiko terburuknya adalah kematian sehingga harus meninggalkan keluarga kecilnya.

Namun, dia tidak mau tinggal diam ketika ada kesempatan untuk mengembalikan setengah populasi dunia termasuk para hero. Tony membuat desain mesin waktu dengan komputer hologramnya. And he did it. Dia berhasil mengembangkan mesin itu. Namun, naas. Di akhir pertarungan, dia merelakan diri untuk mengeluarkan energi dari Infinity Stone. Nyawanya melayang. Suasana bioskop menjadi syahdu. Banyak penonton yang mewek saat dia meninggal dan funural-nya. (gue juga)

Hikmah kedua adalah Itsar atau mendahulukan orang lain. Itu jelas terlihat ketika Clint dan Nat saling ingin menjadi korban. Mereka berdua saling menjatuhkan agar bisa mengorbankan nyawa. Karena persahabatan mereka, mereka tidak mau sahabatnya yang menjadi tumbal. Kemudian, Toni yang rela mengorbankan diri untuk orang banyak.

Ketiga, hikmahnya adalah kerja sama tim. Team work dengan kapasitas masing-masing. Kapten Amerika dengan leadershipnya mampu memimpin semua tim. Mereka membagi tim untuk mengambil semua Infinity Stone di tempat dan ruang waktu yang berbeda. Semua hero memaksimalkan perannya. Semua distrategikan. Di sini juga kita dapat pelajaran, kebaikan yang teroganisir bisa mengalahkan keburukan.

Keempat, jangan sia-siakan kesempatan dan harapan sekecil apapun. Ketika Scout Lang alias Ant-Man muncul dan mengutarakan teori mesin waktu. Kapten Amerika dan tim langsung membahas kemungkinannya. Mereka langsung berstrategi dan membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Tim pun segera tahu siapa yang sanggup membuatnya, yaitu Tony Stark dan DR. Bruce alias Hulk.



Kelima adalah perjuangan untuk cinta dan keluarga. Gue lihat mereka semua punya pasangan dan keluarga. Di adegan pertama, bisa dilihat Clint yang sedang bermain bersama anaknya. Dia begitu frustasi ketika keluarganya hilang. Kemudian Scout Lang yang juga langsung mencari anaknya ketika keluar setelah terperangkan dalan Time Paradox (eh, bener gak sih hehe).

Belum lagi, Toni yang tadi sudah dibahas. Dia mempersiapakan video untuk anaknya dan Pep. Ungkapannya kepada putri kecilnya, 'I love you 3000'  menjadi quote ungkapan cinta seseorang kepada orang lain.  Kapten Amerika juga menunjukan perjuangannya untuk mendapatkan cintanya kepada Peggy. Dia rela kembali ke masa lalu kemudian tinggal bersama Peggy. Dia kembali dalam keadaan sudah tua.

Keenam, jagat raya ini luas. Di film Endgame ditunjukan bahwa jagat raya ini bukan hanya bumi saja. Hikmah betapa kecilnya manusia dan begitu besarnya kuasa Tuhan (bagi yang percaya Tuhan ada ya). Film ini memang semi fantasi. Tapi tempat di bumi itu actual dan adanya planet lain juga actual. Tapi, bukan planet yang di film ini.

Terakhir, ketujuh, gue menyoroti Thor yang frustasi dan tidak sabar menahan amarah. Di scene pertama, dia langsung memenggal Thanos. Padahal, tujuan menangkap Thanos adalah mencari peluang untuk mendapatkan Infinity Stone sekaligus menghukumnya. Jadinya, tidak ada informasi yang didapat dari Thanos. Karena frustasi, Thor juga menjadi gendut dan berkurang perfomanya sebagai pahlawan.

Itu saja dari gue. Mungkin masih banyak ya hikmah lainnya. Salah satunya, kali aja ada yang dapet jodoh pas nonton ampe tiga jam itu. Hahahaha



January 07, 2019

Asyiknya Akhir Tahun Bersama Payfazz

Payfazz. Ketika mendengar nama aplikasinya saja, semua orang pasti langsung berpikir betapa cepatnya proses transaksi berbagai pembayaran dengan aplikasi ini. Sebenarnya, saya baru mengenal Payfazz karena ada lomba menulis blog "Ukir Cerita Akhir Tahun bersama Payfazz".

Untuk mengenalnya, saya langsung unduh aplikasinya di telepon pintar Android. Rupanya, aplikasi asli Indonesia, di bawah bendera PT. Payfazz Teknologi Nusantara ini, sudah banyak diunduh dan digunakan. Setelah membuat akun dan masuk, Jengjreng!  Banyak sekali layanan keuangan digital di dalamnya. "Aplikasi ini bisa menjadi solusi kemudahan transaksi keuangan di era fintech 3.0 ini," pikir saya.

Berbagai fasilitas yang bisa digunakan dalam aplikasi Payfazz sangat memudahkan siap pun menjadi agen pulsa berbagai provider, pembayaran berbagai tagihan, dan pengiriman uang, bahkan permintaan pembiayaan. Yang paling keren, Payfazz bisa membantu  mereka yang belum tersentuh bank (unbanked) untuk mendapatkan layanan keuangan, seperti transfer.

Beranda Aplikasi Payfazz: berbagai layanan di Payfazz

Akhir tahun yang dipenuhi hari libur, tidak menjadi masalah bagi agen Payfazz untuk menikmati berbagai layanan dalam aplikasi yang ringan dan cepat proses datanya ini, terutama layanan jual pulsa. Para agen pulsa dan payment point online bank (PPOB) tetap bisa melayani berbagai pembayaran tagihan, di antaranya PLN, BPJS, telepon, pulsa pascabayar, PDAM, TV berlangganan, dan tagihan cicilan.

Agen pulsa yang siap 24 jam membuat orang-orang sekitar jadi lebih asyik menikmati akhir tahun bersama orang-orang tercinta. Berlibur ke tempat wisata atau hanya berkumpul bersama di rumah semakin bahagia dengan adanya Payfazz, yang siap melayanai berbagai kemudahan itu, terutama layanan jual pulsa. Apalagi, pulsa di Payfazz lebih murah dibandingkan dengan yang dijual agen lain.

Pulsa murah ini memberi keuntungan baik agen pulsa, maupun pembelinya. Agen pulsa bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Terlebih, jika agen ini merubah keagenannya menjadi premium. Payfazz semakin memberikan banyak keuntungan dengan adanya cashback dan sistem down line dengan referal yang dibagikan. Setiap agen referal merekrut agen lagi, uang Rp. 50.000,- masuk secara otomatis.

Sejauh ini, saya masih menjadi pengguna saja, termasuk saat akhir tahun 2018 lalu. Dengan tidak menjadi agen pun, keuntungan masih didapat karena pulsa murah yang ditawarkan Payfazz. Dibandingkan menggunakan mobile banking dan platform lain, pulsanya jauh lebih murah.

Misal, ketika saya menggunakan mobile banking untuk membeli pulsa pasti lebih mahal Rp. 1.500,- untuk pulsa nominal Rp. 100.000. Sedangkan, ketika membeli di Payfazz karena di Payfazz harga agen, pulsa denan nominal yang sama hanya Rp. 96.4500,-

Pun, dengan layanan transfer ke bank lain. Biaya adminnya jauh lebih murah. Ketika harus mentrasnfer ke bank berbeda, biaya adminnya sampai Rp.6.500,-. Sementara itu, ketika menggunakan Payfazz, saya harus membayar admin hanya 3000-an.

Jadi tunggu apa lagi? Yuk miliki aplikasi agen pulsa murah ini, klik link ini.

#AkhirtahunasyikbersamaPayfazz #AdadiSegalaSituasi



January 06, 2019

Selamat Datang 2019

Well, time flies. Tahun 2019 sudah dijalani.

Tahun baru seperti biasanya, saya tidak kemana-mana. selain memang tidak merayakan, juga tahun baruan seperti yang lain itu hanya wasting energy, buang-buang uang, waktu, dan tenaga. Ya, mungkin bagi yang lain, semua yang dihabiskan di malam tahun baru worth it karena kesenangan yang didapat.

Yang jelas Tahun Baru Masehi jadi refleksi, achievement apa yang dicapai di tahun sebelumnya. Target apa saja yang terwujud? itu semua jadi pertanyaan besar.

Bagi saya sendiri, tahun 2018 menjadi tahun yang benar-benar berbeda. Di tahun ini, saya banting bidang lagi, walau masih beririsan. Yang di tahun 2017, saya mendalami jurnalistik dan teknik informatika. Bekerja sebagai reporter web dan mahasiswa TI menjadikan saya berusaha mendalami keduanya. (Walaupun belajarnya males-malesan...duh. Hanya dua buku jurnalistik yang dibaca dan jarang baca web, kursus online juga belum selesai).

Suasana berantakan di Kantor Wakaf DT bersama Kang Gagan, Staf Desain dan IT Wakaf DT

Di tahun 2018, bidang saya berubah. Saya diamanahkan jadi Staf Markom Wakaf DT. Fulltime, yang meng-handle digital marketing. Di dalamnya, ada sosial media dan web. Saya ditugaskan untuk membuat skedul dan menentukan jenis postingan sosmed, mempsotingannya, membuat artikel SEO, dan melakukan optimasi. Sesekali juga harus menulis berita dan artikel.

Kuliah sangat keteteran. Bekerja di kantor baru dengan peraturan baru membuat saya jadi sungkan untuk meminta izin mengerjakan kerjaan kantor di kampus. Jadinya, tidak ada waktu untuk pergi ke kampus. Hanya bisa masuk pada mata kuliah kedua di jam tujuh  malam. Alhasil, saya telat wisuda tahun ini. KP yang sudah 30 persen terbengkalai. Beberapa mata kuliah harus mengulang. Semua orang terus menanyakan, kapan diwisuda? (piuh, it feels exhausted).

Di malam tahu baru 2019, I looked back all my targets in 2018. Kebanyakan dari target itu belum tercapai. Saya harus lebih kuat lagi komitmen di tahun 2019 ini. Dan tentunya konsisten dengan semua target yang dibuat. Dan...yang paling penting, target yang disusun harus realistis. Saya ingat postingan dari wakaf.salmanitb,  "Mimpi boleh setinggi angkasa, namun kaki harus tetap berpijak ke bumi."

Satu lagi; Fokus!

Fokus menjadi krusial untuk mencapai apa yang kita inginkan dan yang kita butuhkan. Kehilangan fokus membuat target menjadi bias. Usaha yang dilakukan menjadi kurang jelas. Sebisa mungkin hindari semua distraksi. (Harus sering lihat big dream-nya kalau seperti ini)

Well, welcome 2019. Semoga tahun ini kita bisa jadi pribadi yang lebih bermanfaat, fokus kepada target, lebih berbahagia, dan memberi banyak kebahagiaan kepada manusia dan alam. Amiin.

Fighting!

#30haribercerita



December 05, 2018

Naik Angkot di Era Digital, Why Not?

Hari semakin sore. Angka di jam tangan sudah menunjukan angka lima lebih. Biasanya saya naik Damri ke Kampus. Kendaraan umum paling murah. Namun, angka lima berarti tanda Damri Jurusan Ledeng-Leuwi Panjang sudah tidak ada. Beberapa angkot berhenti di depan menawari naik.

Saya agak bingung sebenarnya. Di hati terbersit inginnya naik ojek online. Namun, harga yang berpuluh-puluh ribu memupus keinginan itu. Jarak tempat kerja di Gegerkalong ke tempat kuliah di Leuwi Panjang bukan jarak yang pendek. Saya harus merogoh kantong sekitar 30 ribu untuk sampai ke sana. 

Sumber: blog.mamikos.com

Keinginan naik ojek online semakin hilang ketika menyadari cuaca sedang mendung. Terbayang di kepala, bagaimana kalau di tengah jalan ketika di atas ojek online turun hujan. Baju bisa basah kuyup. Belajar di kampus dalam keadaan kuyup merupakan pilihan konyol.

Akhirnya, saya putuskan naik angkot. Ke kantong hemat. Kalau hujan turun di tengah jalan, baju tetap kering. Waktu di angkot pun masih bisa dimaksimalkan dengan membaca beberapa materi berformat PDF di telepon pintar.

Demikian sekelumit cerita saya beberapa waktu lalu. Mungkin bagi sebagian orang ojek online atau mobil online bisa jadi pilihan karena kemudahan yang diberikan. Seperti dijemput di titik sesuai keinginan. Tapi, bandingkan harganya dengan angkot. Jauh! naik angkot bisa jauh lebih hemat. Karenanya naik angkot di era digital, kenapa tidak? 

Waktu perjalanan di dalam angkot pun bisa dimaksimalkan. Selain seperti yang saya lakukan, waktu perjalanan pun bisa digunakan untuk melakukan hal-hal bermanfaat lainnya. Bagi yang jualan online, bisa sambil jualan.  Bagi yang lain, bisa meng-update berita di telepon pintarnya. 

Ada satu hal yang hanya bisa dilakukan di angkutan umum, seperti angkot. Apa itu? Di dalam angkot kita juga bisa mendapat kenalan baru, kemudian mengobrol. Bahkan, mungkin bisa mendapat jodoh di angkot. :D.

Ohw Iya, naik angkot juga bisa langsung masuk ke angkotnya. Tidak perlu memesan kemudian menunggu. Kecuali angkot rentalan. Bahkan, angkot bisa langsung di rental di jalan. Penumpang tidak perlu menunggu beberapa menit sampai ojek onlinenya datang. Namun, memang angkot masih banyak yang mengetem terlalu lama, padahal biasanya setiag trayek angkot ada waktu yang sudah disepakati lamanya mengetem.

Ketika di dalam angkot, seringkali saya juga melihat para pedagang keliling yang juga naik angkot. atau ibu-ibu ke pasar yang penuh semangat menentang belanjaannya.  Biasanya usia mereka sudah tidak muda lagi. Itu semua semakin membuat saya juga semangat.


Jadi yuk naik #angkotbandungnow #naikangkotbdgseru 

October 21, 2015

Jadi Journlis itu...

Apa kabar para netizen semua? sudah lama saya gak posting. Terakhir bulan Juli. Banyak sebenarnya yang ingin diceritakan dan...ah, belum bisa nyisihin waktu barang sebentar. I'm truly not a good blogger anyway, but, I'm trying on and on. 

Well, guys, saya mau cerita tentang pekerjaan yang sudah empat bulan ini saya jalani. Do you know what? be a journalist. Dan, It's like...my dream comes true. Menulis dan liputan jadi pekerjan utama saya untuk konten berita di WWW.daaruttauhiid.Org 

Bukan di media umum semisal koran harian, tv nasional, majalah, atau tabloid. Bahkan bukan juga media yang berbau lokal. Saya bekerja di sebuah komunitas. Tepatnya, saya kerja di sebuah CV yang di-outsource oleh lembaga tertentu dalam hal ini sebuah yayasan. dan yayasan itu adalah Daarut Tauhiid, very well-known foundation in Indonesia, even abroad. Ada beberapa santri yang berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Eropa (Jerman) lho disini. 

Pekerjaan utama saya di sini adalah menceritakan semua hal yang bisa diangkat mengenai Daarut Tauhiid. Semua unit yang ada di dalamnya. Ada Dirdik yang terdiri dari TK, SMP, SMA, dan SMK. Ada Lembaga Amil Zakat, yakni Dompet Peduli Ummat (DPU), dan Lembaga Wakaf, yaitu Pusbang Wakaf Daarut Tauhiid. (hehe bahasanya jadi kayak straight news).
I'd just like to try to tell my experiences in this four months. Pertama sekali saya langsung diminta hunting berita apa yang bisa diangkat. Saya dibantu oleh reporter senior yang sekarang menjadi Editor saya. Jadilah lapangan futsal yang merupakan aset wakaf jadi bahan berita. Dengan judul "Berolahraga sambil Beramal" Editor meng-acc nya untuk naik ke website. Sebenarnya saya membuat dua berita. Yang satunya, saya lupa lagi judulnya, tak di-acc. "Perhatikan lagi judul dan cari angel yang bisa diangkat, punya nilai berita," begitu kurang lebih kata Editor saya, sebelum Editor yang sekarang. Okay, I got that then. 

Selanjutnya, saya berusaha mencari angel berita yang pas. Banyak juga yang diangkat.Tapi, mengalami editing besar-besaran. Awalnya, I was thinking that was a disaster. Tapi, Editor saya bilang, "Ya asal tidak keluar dari apa yang ingin disampaikan." uhmm I'm still thinking actually. 

Jadi reporter itu lumayan lho..lumayan seru dan full of effort (hehe benar gak ya bahasa Inggrisnya). Untuk meliput, gak jarang sampai ada yang seharian bahkan menginap. Kenapa? untuk mencari gambar yang pas! moment yang tepat. Karena bukan hanya tulisan saja, tetapi juga gambar yang mewakili apa yang ingin disampaikan. Saya mengalami juga berita gak naik gara-gara gambar yang gak pas. (Padahal, di media nasional banyak berita yang pake gambar lama lho, eh, jadi su udzon, maaf, bu Editor). It pushes me to be better! 

Bagusnya, kalau ingin meliput seseorang sudah ada angel yang mau diambil. Tinggal on the spot cari gambar yang tepat dan narasumber yang tepat pula tentunya. Atau bisa juga ide untuk mengambil angel itu datang tiba-tiba ketika liputan. Gak masalah, tapi, usahakan bisa meng-handle-nya karena kalau sudah ingin ditulis tapi gak jadi dibuat karena bahannya kurang rasanya seperti BAB tanpa cebok (Eh, jorok) I meant it's like breath without Oxygen. Dan satu lagi, as a reporter or writer, wajib bisa bikin lid atau teras berita yang bisa menggiring pembaca terus mau baca. And It's still be my homework. Hard enough ternyata. Lid itu bisa juga kalimat yang pertama yang ditulis dalam berita. 

And.. I think I have new dream. Bagaimana kalau jadi reporter yang sebenarnya. It must be a lot of challenge. Seru dan kita diminta untuk telling the truth, bukan hanya pesanan aja. Contohnya, jadi reporter harian yang meliput kebakaran. Bisa saja sich, dia datang setelah kebakaran, interview kepala pemadamnya, saksi mata, dan ngambil gambar setelah kebakaran. But, feelnya rasanya akan kurang. beda dengan yang datang langsung ketika kebakaran. (walaupun bakal agak aneh juga yang lain sibuk bantu, ini malah sibuk cari gambar dan cari orang yang punya kapabilitas dan credibilitas buat jadi narsum. tapi itu mah teknis. Every reporter has own way). 

O ya, satu lagi, jadi reporter wajib kenalan dulu dan ngasih tahu dari mana. Biar yang ditanya percaya dan respect. Pengalaman saya kalau lupa, langsung nanya-nanya aja, yang ditanya malah jadi keliahatan bingung. (Etika jurnalis emang gitu. Memperkenalkan dulu!) 

As far as I know berita ada tiga jenis. ini hasil pelatihan jurnalistik dasar yang diadakan DPU DT dengan pemateri Mas Jul dari InilahKoran. Ada yang namanya straight news (harpiahnya berita lempeng). It just tell the news likes eating the staple food. Berita yang hanya menyampaikan berita inti saja dan hanya beberapa paragraf. Lugas, tegas, dan baku bahasanya. 

Kedua ada feature news. Berita yang masih jadi PR saya saat ini. Berita yang bergaya fiksi namun tidak juga mendayu-dayu seperti novel. Berita ini menyampaikan berita yang penuh dengan human interest dengan bahasa yang ringan. Ini biasanya pekerjaan para columnist (itu menurut saya bukan kata Mas Jul). 

Yang terakhir indepth news. Berita tingkat tinggi. Ini berita mendalam mengenai sesuatu. dan ini full of effort. Ini biasanya ada di headline media nasional yang mempelihatkan kronologi dari sebuah kejadian dalam bentuk grafik atau gambar. Untuk berita ini butuh investigasi, bertanya kepada banyak sumber. 

 OK, Happy a nice life, Buddies. Sampai disini dulu. Thanks for visiting ;)

March 16, 2015

Tangisan Baksil

Kalian tahu Kota Bandung? Itu tempat tinggalku. Tepatnya di Babakan Siliwangi. Atau lebih pas-nya, aku tinggal di ranting pohon di sudut Taman Kota ini. Aku sangat suka sekali terbang menjelajahi surgaku. Mengepak sayap dengan semangat. Menenggerkan kaki dari dahan ke dahan. Aku tatap duniaku. Indahnya...! Walaupun, banyak orang yang datang. Mereka semua pecinta lingkungan. Tak ada sampah satupun yang mereka lemparkan ke hamparan rumput. Atau sengaja menunpukan plastik sisa makanan mereka di bawah pohon. Ah, mereka bersahabat sekali. Bahkan, banyak manusia yang mengajakku bicara,”Ayo makanlah!” kata mereka sambil melemparkan remah-remah makanan. Aku kegirangan. Aku raba-raba senyum Baksil. Manis sekali. Sesekali aku mengobrol dengan pohon ganitri tempat tinggalku. Katanya, “Baksil setiap hari tersenyum menjadi bagian dari masyarakat Bandung. Dia senang sekali memberikan banyak udara segar kepada anak yang baru belajar berjalan. Dia juga bahagia menatap manusia keriput menyungging senyum ompong dengan cekung pipinya.” Kulihat Ganitri juga tersenyum mengisahkannya. Sayangnya hanya dia yang mampu berbicara dengan Baksil. Oo0oO Gawat! Senja hari ini tidak indah. Aku bertengger di dahan sambil mendengarkan seorang manusia berapi-api berbicara. Matanya menyalang tajam. Tangannya bergerak tegas. Mulutnya keras meyuarakan sebuah protes. Akan dibangun restoran di Baksil! Akan semakin sempit tentunya. Surgaku akan menangis sepertinya. Wajahnya akan dipermak! Ruang hijau mengecil. Aku segera menyanyikan lagu sendu dengan paruh kecilku. Mengidungkan lantunan do’a kepada sang Maha Pencipta agar pembangunan itu tidak terjadi. Aku kembali ke rumahku. Aku temukan Ganitri menangis tersedu-sedu. “Kamu sudah tahu rupanya. Bagaimana kabar Baksil?” tanyaku sesaat setelah aku bersidekap di sarang. “Tentu saja aku tahu, Burung. Semua pohon disini dengan cepat menyiarkan kabar. Baksil kini sedang murung.” Jawab Ganitri sambil terisak. “Aku juga sedih. Tapi, aku hanya bisa berdo’a. Tak bisa melakukan apa-apa. hanya bisa ber-twit saja,” ucapku. “Aku hanya bisa mematung menatap semua ini.” Ganitri masih terisak. “Aku akan terbang lagi, pergi melihat manusia-manusia yang masih peduli dengan kita. Tadi kulihat mereka sedang berkumpul untuk menentang pembangunan itu.” Aku beranjak, mengepakan sayap. “Semoga mereka berhasil.” Ganitri menatap sendu kepergianku. Oo0oO CABUT SEMUA PERIZINAN PT EGI Itulah rangkaian gambar yang aku lihat. Di sampinya ada juga sebuah gambar pohon seperti beringin, warnya seperti warna daun. Manusia yang peduli itu semua berteriak. Seperti harimau yang mengaum, teriankannya dibarengi mimik yang manakutkan. Mereka bermuka berang. Aku menatap mereka dari salah satu dahan pohon di pinggir jalan. Rumah-rumah berjalan dan tempat duduk dengan dua kaki berupa lingkarang harus berbagi dengan manusia yang hanya berjalan kaki sambil membentangkan gambar tadi. Mereka berjalan bergerombol seperti sekelompok rusa yang mencari makanan dari satu tempat ke tempat lain. Terik matahari tak menghentikan mereka untuk menentang pembangunan di Baksil. Aku kembali ke sarang menjelang malam. Aku ceritakan apa yang aku lihat kepada Ganitri. Matanya berbinar kemudia berharap,”Semoga mereka semua berhasil!” Andai saja aku bisa bicara dengan semua pohon. Aku akan beritahu mereka semua. Burung lainya telah kuberitahu. Tupai dan serangga juga. Kami harus terus berdoa sambil bertasbih. Dengan cemas dan harap kami menunggu apa yang selanjutnya terjadi. Oo0oO Temanku, burung gereja terengah-engah dengan kepakan sayapnya. Dia sengaja memberitahuku,”Masih belum jelas! Para manusia masih melakukan perotes.” “Apa yang terjadi?” tanyaku antusias penuh cemas “Belum ada keputusan!” jawabnya sambil bertengger di sampingku. “Para manusia masih melakukan protes. Tapi, tidak sama dengan waktu kemarin. Kali ini mereka melakukan pelepasan benda yang mereka sebut lukisan seng, melakukan sebuah gerakan yang baru kulihat yang kata mereka disebut seni.” Lanjutnya. “Semoga saja cepat selesai dan pembangunannnya dibatalkan.” Harapku. “Kita harus lebih giat berdo’a.” Ucapnya. Kami kemudian terbang berpisah untuk selanjutnya berpisah untuk memberitahukan kepada penghuni Baksil lainnya apa yang tengah terjadi. Yang pertama kau beri tahu tentu saja Ganitriku. Dia terlihat cemas mendengar berita yang aku bawa. Oo0oO “Baksil sebaiknya dijadikan Taman Botani...” ucapan seorang laki-laki tua itu terdengar jelas olehku. Di hadapannya berkumpul manusia. Mereka dengan seksama mendengar ucapan lelaki berkaca mata itu. Taman Botani?semoga itu tidak buruk! Bisik batinku. Orang-orang yang mendengarkan, kutahu persis mereka. Mereka adalah orang-orang yang sejak awal menolak pembangunan itu. Oo0oO

Hikmah di Balik Avengers: Endgame

Siapa yang gak tahu film Endgame. Film yang merupakan bagian dari sekuel Mavel Comic Universe (MCU) ini berhasil menyusul Titanic sebagai fi...