Skip to main content

Posts

Asyiknya Akhir Tahun Bersama Payfazz

Payfazz. Ketika mendengar nama aplikasinya saja, semua orang pasti langsung berpikir betapa cepatnya proses transaksi berbagai pembayaran dengan aplikasi ini. Sebenarnya, saya baru mengenal Payfazz karena ada lomba menulis blog "Ukir Cerita Akhir Tahun bersama Payfazz".

Untuk mengenalnya, saya langsung unduh aplikasinya di telepon pintar Android. Rupanya, aplikasi asli Indonesia, di bawah bendera PT. Payfazz Teknologi Nusantara ini, sudah banyak diunduh dan digunakan. Setelah membuat akun dan masuk, Jengjreng!  Banyak sekali layanan keuangan digital di dalamnya. "Aplikasi ini bisa menjadi solusi kemudahan transaksi keuangan di era fintech 3.0 ini," pikir saya.

Berbagai fasilitas yang bisa digunakan dalam aplikasi Payfazz sangat memudahkan siap pun menjadi agen pulsa berbagai provider, pembayaran berbagai tagihan, dan pengiriman uang, bahkan permintaan pembiayaan. Yang paling keren, Payfazz bisa membantu  mereka yang belum tersentuh bank (unbanked) untuk mendapatkan…
Recent posts

Selamat Datang 2019

Well, time flies. Tahun 2019 sudah dijalani.

Tahun baru seperti biasanya, saya tidak kemana-mana. selain memang tidak merayakan, juga tahun baruan seperti yang lain itu hanya wasting energy, buang-buang uang, waktu, dan tenaga. Ya, mungkin bagi yang lain, semua yang dihabiskan di malam tahun baru worth it karena kesenangan yang didapat.

Yang jelas Tahun Baru Masehi jadi refleksi, achievement apa yang dicapai di tahun sebelumnya. Target apa saja yang terwujud? itu semua jadi pertanyaan besar.

Bagi saya sendiri, tahun 2018 menjadi tahun yang benar-benar berbeda. Di tahun ini, saya banting bidang lagi, walau masih beririsan. Yang di tahun 2017, saya mendalami jurnalistik dan teknik informatika. Bekerja sebagai reporter web dan mahasiswa TI menjadikan saya berusaha mendalami keduanya. (Walaupun belajarnya males-malesan...duh. Hanya dua buku jurnalistik yang dibaca dan jarang baca web, kursus online juga belum selesai).


Di tahun 2018, bidang saya berubah. Saya diamanahkan jadi Staf Markom …

Naik Angkot di Era Digital, Why Not?

Hari semakin sore. Angka di jam tangan sudah menunjukan angka lima lebih. Biasanya saya naik Damri ke Kampus. Kendaraan umum paling murah. Namun, angka lima berarti tanda Damri Jurusan Ledeng-Leuwi Panjang sudah tidak ada. Beberapa angkot berhenti di depan menawari naik.
Saya agak bingung sebenarnya. Di hati terbersit inginnya naik ojek online. Namun, harga yang berpuluh-puluh ribu memupus keinginan itu. Jarak tempat kerja di Gegerkalong ke tempat kuliah di Leuwi Panjang bukan jarak yang pendek. Saya harus merogoh kantong sekitar 30 ribu untuk sampai ke sana. 

Keinginan naik ojek online semakin hilang ketika menyadari cuaca sedang mendung. Terbayang di kepala, bagaimana kalau di tengah jalan ketika di atas ojek online turun hujan. Baju bisa basah kuyup. Belajar di kampus dalam keadaan kuyup merupakan pilihan konyol.
Akhirnya, saya putuskan naik angkot. Ke kantong hemat. Kalau hujan turun di tengah jalan, baju tetap kering. Waktu di angkot pun masih bisa dimaksimalkan dengan membaca be…

Jadi Journlis itu...

Apa kabar para netizen semua? sudah lama saya gak posting. Terakhir bulan Juli. Banyak sebenarnya yang ingin diceritakan dan...ah, belum bisa nyisihin waktu barang sebentar. I'm truly not a good blogger anyway, but, I'm trying on and on. 
Well, guys, saya mau cerita tentang pekerjaan yang sudah empat bulan ini saya jalani. Do you know what? be a journalist. Dan, It's like...my dream comes true. Menulis dan liputan jadi pekerjan utama saya untuk konten berita di WWW.daaruttauhiid.Org
Bukan di media umum semisal koran harian, tv nasional, majalah, atau tabloid. Bahkan bukan juga media yang berbau lokal. Saya bekerja di sebuah komunitas. Tepatnya, saya kerja di sebuah CV yang di-outsource oleh lembaga tertentu dalam hal ini sebuah yayasan. dan yayasan itu adalah Daarut Tauhiid, very well-known foundation in Indonesia, even abroad. Ada beberapa santri yang berasal dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Eropa (Jerman) lho disini. 
Pekerjaan utama saya di sini adalah mencerita…

Maher Zain - For The Rest Of My Life | Vocals Only (Official Music Video)

Tangisan Baksil

Kalian tahu Kota Bandung? Itu tempat tinggalku. Tepatnya di Babakan Siliwangi. Atau lebih pas-nya, aku tinggal di ranting pohon di sudut Taman Kota ini. Aku sangat suka sekali terbang menjelajahi surgaku. Mengepak sayap dengan semangat. Menenggerkan kaki dari dahan ke dahan. Aku tatap duniaku. Indahnya...! Walaupun, banyak orang yang datang. Mereka semua pecinta lingkungan. Tak ada sampah satupun yang mereka lemparkan ke hamparan rumput. Atau sengaja menunpukan plastik sisa makanan mereka di bawah pohon. Ah, mereka bersahabat sekali. Bahkan, banyak manusia yang mengajakku bicara,”Ayo makanlah!” kata mereka sambil melemparkan remah-remah makanan. Aku kegirangan. Aku raba-raba senyum Baksil. Manis sekali. Sesekali aku mengobrol dengan pohon ganitri tempat tinggalku. Katanya, “Baksil setiap hari tersenyum menjadi bagian dari masyarakat Bandung. Dia senang sekali memberikan banyak udara segar kepada anak yang baru belajar berjalan. Dia juga bahagia menatap manusia keriput menyungging sen…

Percabangan Sederhana C++

Percabangan/selection dalam C++ menggunakan Borland C++  (Masih menggunakan syintax C++98). Anda ingin menampilkan dua pilihan:

 Kodingnya :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>

void main()

{
  int Nilai;

  cout<<"Masukan Nilai Anda = ";cin>>Nilai;
  cout<<endl;


  if (Nilai>=60)
    { cout<<"Selamat Anda Lulus";}
   else
     {cout<<"Maaf, Anda harus Mengulang";}

   getch();

}

penjelasan :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>

merupakan tempat library dari perintah yang akan kita pakai. <iostream.h> untuk memanggil atau menampilkan perintah cout dan cin. #include <conio.h> untuk perintah getch(), fungsinya ketika tampil tidak langsung hilang.
Untuk kali ini segitu dulu, semoga bermanfaat. 
Sumber : proses belajar Algoritma Dasar pre Mata Kuliah Struktur Data oleh Dosen Riva Aviani Laluma, MT.