Posts

Showing posts with the label Puisi

Puisi Buat Teteh

Image
freepik.com Surat Permintaan Maaf                       untuk Teh Imas Hasan Sadikin gelisah memandangmu ringkih digerogoti resah "Kapan Tuhan mengambilku?" rintihmu Rumah singgah itu kembali menangis Kau sendiri Kankermu berdiri Waktumu terhenti Di lorong detik paling liris Doa-doa kaubaris "Tuhan, aku rida...aku ikhlas..." Hari yang kaurasa bahagia datang Kau pergi dengan rasa sakit menggenang Namun kau tersenyum tenang Teh Imas telah pergi, bersama hari yang lelah itu, terbang Aku minta maaf, Teh Detik telah membuatku tak mampu berkutik Nafas terlalu berat untuk melangkah lepas Tangan terikat kebutuhan Aku biarkan kau berjuang sendiri melawan Izrail saban hari Aku bergeming kala kau sesap setiap perih paling lebih Maafkan aku, Teh Aku berada di entah ketika kau meringis dalam pasrah Bandung, 4 Ferbruari 2020 Tomat Jatuh Cilaku tersenyum memandangmu, Pak Mamak Kubang tertawa melihat gopohmu ...

Puisi (Ramadhan)

Semut Hitam Dalam kenduri ini. Kegelapan datang tiba-tiba. Dalam gelap, do'a kupanjatkan. Dalam do'a ku meratap. MataMu, kini tengah kesakitan. Ya Rabb, Tuhan semesta alam, jika jiwaku dalam genggamanMu. Tolong. Jauhkan hamba, pendusta bumi. Menjadikan gunung tetap tegak. Langit cerah. Bak Sahara. Rasulullah kucinta, Hutan rimba merana. Arktik tak lagi cantik. Benua berubah kecil. Kesayupan. Deru ombak laut. Air tawar, Penawar. Di kenduri ini. Walau kusendiri. Biarlah. Namun, ku ingin larut dalam dekapan. Dekapan bidadari bermata jeli. Tak ada kata menyapa. Karena segalanya adalah milikNya. Tolong jangan hinakan semut hitam terlantar. Cimahi, 17 Juli 2011 Cinta PadaNya Mentari sayup-sayup menyapa, melantunkan tasbih Ibrahim, mendendangkan do'a Lukman pada anaknya. Suara alam menggema di seantero jagad penuh pesona. PesonaMu menidurkan mimpi-mimpi indah. Sya'ban ini. Ramadhan. Syawal. Berjuta makna kurasa. Ya Rasul... ...

Puisi Pernikahan

Bidadariku Kukulum senyum manatap mata sayu itu. Kusungging bulan sabit menyambut purnama hati. Bidadariku... Nantikanlah kedatangan si kumbang jalang. Katupkan sayapmu... Bersemayamlah di ruang rinduku. Sungguh... Aku dimabuk rindu menjemput bidadariku. Ku ingin segera menggambit tanganmu... Berdua kita dalam ikatan halal, di naungan ridloNya. Berdua kita menantang fatamorgana fana. Bersama kita mengetuk pintu-pintuNya. Berdua... Hanya berdua melangkah menunggangi sujud-sujud panjang di sepertiga malam. Bidadariku... Aku menanti dalam langkah menujuNya Walau, aku harus merangkak... Tertatih.... Menggapai janjiNya. Bidadariku... Ku ingin segera bersanding denganmu dalam cintaNya Cimahi, 25 Januari 2014 Pernikahan Illahi Dalam kesendirian bunga dunia kerap menelanjangi mata, Sering merayu durjana. Dalam langkah sunyi kusendiri emas bumi memantulkan cahaya gemerlap, Menyilaukan mata hati. Pernikahan Illahi adalah...